Seperti kata pepatah tak ada rotan akarpun jadi, ada rotan awas telinga kena duri…
Buku Panduan Interpretasi Taman Nasional Meru Betiri, maman parah
(mestinya) Hanya bunyi, simbol, jejak, atau artifak. Anggap saja tulisan di sini seperti komentar kuli cangkul situs prasejarah pada apa yang ditemukannya.


Nama saya Mufti, punya twitter, flickr, dan blog beneran, hehehe.

twitter.com/warasdewe

view archive



Ask me anything